Blogger Widgets

all of me

buku tamu

Program Studi (PS) Pendidikan Luar Sekolah (PLS) berada di Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) dengan Nomor SK Pendirian 56/DIKTI /KEP .84 bertanggal 31 Juli 1984. Bidang keahlian lulusan prodi ini meliputi pemberdayaan masyarakat, pengembangan sumber daya manusia, dan pengembangan/pengelolaan pendidikan anak usia dini (PAUD).

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya dan masyarakat. Pendidikan meliputi pengajaran keahlian khusus, dan juga sesuatu yang tidak dapat dilihat tetapi lebih mendalam yaitu pemberian pengetahuan, pertimbangan dan kebijaksanaan. Salah satu dasar utama pendidikan adalah untuk mengajar kebudayaan melewati generasi

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Berada di Kompleks Kampus Fakultas Ilmu Pendidikan ( FIP ) UNNES sebelah utara. Include : Ruang Kuliah Jurusan Psikologi, Ruang Kuliah Jurusan BK, Perpustakaan Jurusan Psikologi

.

Universitas Negeri Semarang (Unnes) adalah universitas konservasi. Di kampus Sekaran, 12 Maret 2010, keberadaan Unnes sebagai universitas konservasi telah dideklarasikan. Menteri Pendidikan Nasional Muhammad Nuh hadir dan meresmikannya.

Semboyan UNNES SUTERA (Sehat, Unggul dan Sejahtera) di kukuhkan dibagian taman UNNES

.

Minggu, 04 Januari 2015

MAKALAH MAKHLUK MANUSIA DAN KEPRIBADIAN



 



 





MAKHLUK MANUSIA DAN KEPRIBADIAN
MAKALAH INI DISUSUN GUNA MELENGKAPI TUGAS MATA KULIAH ANTROPOLOGI







Dosen Pengampu :
Imam Shofwan


Disusun Oleh :
Mualim (1201414035)
Lia Indriani (1201414039)
Wiji Adiniatul Khasanah (1201414067)
Yuni Anggraeni (1201414081)



FAKULTAS ILMU PENDIDIKAN
PENDIDIKAN LUAR SEKOLAH
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
TAHUN 2014/2015

Kata pengantar
Puji dan syukur kami panjatkan kepada Tuhan Yang Maha Esa atas selesainya makalah yang berjudul “ Makhluk Manusia dan Kepribadian“. Tak lupa shalawat serta salam senantiasa tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW yang telah memberikan tauladan baik kepada kita semua. Makalah ini disusun sebagai salah satu syarat untuk menyelesaikan tugas mata kuliah Antropologi. Perkenankanlah kami mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantu dalam penyusunan makalah ini.
Kami menyadari bahwa makalah ini belumlah sempurna. Oleh karena itu, saran dan kritik yang membangun dari rekan-rekan sangat dibutuhkan untuk masukan dalam karya selanjutnya. Akhir kata  semoga makalah ini bermanfaat.

Semarang, 26 September 2014


Penyusun

























DAFTAR ISI
COVER ............................................................................................................................  1
KATA PENGANTAR ..................................................................................................      2
DAFTAR ISI ..................................................................................................................         3
BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................       4
A.      Latar Belakang .............................................................................................       4
B.      Rumusan Masalah ......................................................................................       5
C.      Tujuan .............................................................................................................         5
BAB II PEMBAHASAN .............................................................................................        6
A.      Makhluk Manusia Diantara Makhluk Lainnya ...............................   6
B.      Perbedaan Manusia dan Binatang ......................................................    7
C.      Unsur-unsur Kepribadian Manusia ....................................................    7
D.     Macam-macam Kepribadian ..................................................................     8
BAB III PENUTUP ......................................................................................................      9
DAFTAR PUSTAKA ...................................................................................................      10



























BAB1
PENDAHULUAN
A.   LATAR  BELAKANG
Di pandang dari sudut biologi Manusia hanya merupakan satu jenis makhluk di antaranya lebih dari sejuta  jenis makhluk lain yang pernah menduduki alam di dunia.
pada pertengahan abad ke 19 para ahli biologi di antaranya yang terkenal adalah Charles Darwin,mengumuman teori mereka tentang proses evolusi biologi.Menurut teori itu bentuk hidup tertua di muka bumi ini ,terdiri dari makhluk -makhluk satu sel yang sangat sederhana seperti protozoa.Dalam jangka waktu yang beratu -ratus juta tahun lamanya  timbul dan berkembang bentuk-bentuk hidup berupa makhluk-makhluk dengan organisme yang makin lama makin kompleks dan dalam waktu terakhir ini telah berkembang atau berevolusi makhluk-makhluk seperti kera dan manusia.
Dalam proses evolusi biologi yang telah berlangsung sangat lama itu,banyak bentuk makhluk yang sederhana hilang dan punah dari muka bumi.Akan tetapi ,banyak juga yang dapat bertahan macamnya dan hidup sampai sekarang.Sedangkan bentuk-bentuk makhluk baru yang bercabang dari bentuk-bentuk yang lama menjadi sekian banyaknya hingga jumlah jenis makhluk yang sekarang menduduki bumi kita ini hampir mendekati angka satu juta.
Untuk mengetahui ragam jenis makhluk hidup yang ada di muka bumi ini,para ahli biologi telah membuat suatu sistem klasifikasi semua makhluk yang telah mendapat tempat sewajarnya  berdasarkan atas morfologi dan organisme.Sama halnya dengan beribu-ribu macam makhluk lainya ,Manusia juga menyusui keturunanya dan berdasarkan atas ciri itulah
Manusia dikelaskan bersama makhluk makhluk lainya tersebut dalam satu golongan yaitu kelas binatang.Dalam suku ini semua jenis kera,mulai dari yang kecil sebesar tupai seperti tarsi ,sampai pada kera-kera besar seperti gorila ,dikelaskan menjadi satu dengan manusia.Sebelum zaman Darwin,para ahli biologi telah lama mengobservasi banyaknya persamaan ciri-ciri antra organ kera dan organ manusia.Suku primata di bagi menjadi dua subsuku yakni prosimidan antbropoid.oleh para ahli biologi,manusia di tempatkan ke dalam subsuku antropoid.subsuku Antroid di bagi lagi menjadi tiga infrasuku yaitu:ceboid,ceropitbecoid dan bominoid.Infrasuku ceboid menggolongkan menjadi satu semua kera di daerah tropis Benua Amerika ,baik yang telah punah maupun yang masih hidup: sedangkan infrasuku beminoid menggolongkan menjadi satu kera-kera besar dengan manusia.Infrasuku beminoid kemudian di bagi lebih khusus lagi ke dalam dua keluarga yaitu keluarga pongidae menggolongkan menjadi satu beberapa macam kera besar terutama yang hidup di daerah tropis di Asia dan Afrika,Seperti kera gebon ,orang utan ,simpanse dan gorila sedangkan keluarga bominidae menggolongkan menjadi satu manusia purba sejenis pitbecan tropus,bomo meandertbal dan dengan manusia yang ada sekarang.Kemudian kepribadian merupakan susunan unsur-unsur akal dan jiwa yang menentukan perbedaan tingkah laku atau tindakan dari tiap tiap individu manusia.dalam kepribadian para ahli biologi yang mempelajari dan membuat suatu deskripsi mengenai sistem organ suatu jenis atauspesies binatang biasanya juga sekaligus mempelajari kelakuan-kelakuan binatang ituseperti kelakuan menganai pola-pola kelakuan binatang-binantang tersebut.Berbeda halnya makhluk manusia yang di pelajari secara insentif hingga detail oleh para ahli biologi,anatomi ,fisiologi,patologi dan para pakar dokter.

B.   RUMUSAN MASALAH
a.     Bagaimana manusia diantara makhluk lainnya
b.     Apakah perbedaan manusia dan binatang
c.      Apa saja unsur-unsur kepribadian manusia
d.     Apa saja macam-macam kepribadian

C.   TUJUAN
a.     Agar mengetahui manusia diantara makhluk yang lainnya
b.     Agar mengetahui perbedaan manusia dan binatang
c.      Agar mengetahui unsur kepribadian
d.     Agar mengetahui macam kepribadian











BAB II
PEMBAHASAN
A.   Manusia di antara makhluk lain
Di pandang dari ilmu biologi manusia hanya merupakan sebagian makhluk kecil yang hidup di dalamnya.karena di dunia ini banyak sekali jenis makhluk,Seperti yang di temukan oleh Charles Dharwin manusia merupakan hasil dari proses evolusi biologi,Dalam proses biologi di bumi ini sangat lama banyak makhluk bentuk yang sederhana telah kandas dan punah.Ada juga yang masih hidup sampai sekarang.Sedangkan bentuk makhluk yang baru menduduki dunia ini hampir mencapai satu juta jenis.
Dalam hal ini manusia tergolong  menjadi makhluk yang menyusui yaitu mamalia atau manusia yang berakal.
1.     Evolusi dan ciri-ciri biologis
Dalam proses evolusi itu,bentuk-bentuk makhluk yang baru timbul sebagai proses percabangan dari bentuk-bentuk makhluk yang lebih tua.Dalam proses biologi yang baru berwujud pada organisme suatu makhluk tersusun menyebabkan terjadinya bentuk baru terus berubah dan dalam jangka waktu yang cukup lama perbedaan bentuk tersebut semakin besar.
2.     Klasifikasi beragam ras semua
Mengenai ras manusia ada banyak sistem klasifikasi yang berasal darisarjana terkenal.Semua klasifikasi tersebut masih berdasarkan metode-metode morfologi yang lama karena metode klasifikasi berdasarkan gen tertentu masih dalam taraf perkembangan.Seperti pertanyaan dari carolus Linnaues (1725) yang mempergunakan warna kulit sebagai ciri terpenting pada sistemnya.
Dalam hal ini terutama sarjana memperhatikan ciri-ciri morfologi yang dalam praktik merupakan ciri fenotip.
Ciri ciri genotyp dapat di ketahui pada gen yang tidak dapat di ubah oleh pengaruh proses proses yang berusaha yang untuk menghalanginya.
Berikut penggolongan ras-ras  yang terpenting di seluruh dunia secara umum yang berasal dari AL kroeber.
1.     Ausroloid
Ras ini pernah di pakai untuk menunjukan fenotip umum sebagian besar penghuni bagian selatan india, sri lanka,beberapa kelompok di Asia tenggara.

a.     Mongoloid
·        Asiatic mongoloid(Asia tenggara ,Asia utara ,Asia timur)
·        Malayan mongoloid(Asia tenggara)
·        American monoloid(Penduduk Amerika selatan,Amerika selatan dan orang orang-eskima amerika utara)
b.     Caocosid
·        Nordic(Eropa utara sekitar laut Baltik)
·        Alpine(Erpa tengah dan timur)
·        Mediranian(penduduk sekitar laut tengah,Armina,iran,arab dan Africa utara)
·        Indic(pakistan,indiabagladesh dan srilanka)
c.      Negroid
·        Africa negroid(Benua africa)
·        Negrito(Africa tengah,semanjung melayu dan filipina)
d.     Ras-ras khusus
·        Bushman(di daerah gurun kalahari di africa selatan)
·        Veddoid( di pedalaman sri lanka dan sulawesi selatan)
·        Polynesian(Di kepulaun mikronesia dan polinesia)
·        Ainu(Di pulau karafuto Hukaiddo jepang utara)

B.   Perbedaan manusia dan binatang
Makhluk manusia adalah makhluk yang hidup dalam kelompok dan mempunyai orang secara biologis sangat kalah kemampuan fisiknya dengan jenis-jenis hewan berkelompok lainyaWalaupun otak manusia sangat cepat dalam proses pertumbuhan di banding makhluk lainnya.otak manusia yang telah di kembangkan bahasa, tetapi juga mengembangkan bahasa yaitu kemampuan untuk mengembangkn bahasa dan konsep-konsep yang makin lama makin tajam.bahasa tidak hanya membuat dapat belajar mengetahui keadaan sekitanya tetapi juga manusia terlibat di dalamnya.

C.   Kemudian dalam kepribadian manusia memiliki unsur unsur
1.     Pengetahuan
Merupakan unsur-unsur yang mengisi akal dan alam jiwa seseorang manusia yang sadar,secara nyata yang terkandung dalam otaknya.
2.     Perasaan
Selain pengetahuan alam kesadaran manusia juga maengandung berbagai macam “perasaan”.
3.     Dorongan Naluri
Kesadaran manusia menurut para ahli psikologi juga mengandung berbagi perasaan lain yang tidak di timbulkan karena pengaruh pengetahuan tetapi karena sudah terkandung dalam organya dan khususnya dalam genya sebagai naluri.

D.   Macam macam kepribadian
1.     kepribadian individu Merupakan mempelajari materi setiap unsur kepribadianya baik yang berupa   pengetahuan maupun yang berupa perasaan dari kehendak ,keinginan,emosi seseorang.
2.     kepribadian umum merupakan gambaran tentang kesan-kesan saja yang di dapat dari pengalaman mereka bergaul dengan para individu warga kebudayaan yang sedang mereka teliti.
3.     kepribadian barat dan kepribadian timur dalam kebudayan ini mengalami perbedaan antara kepribadian manusia yang berasal dari kebudayaan barat dan kepribadian manusia yang berasal dari kebudayaan timur. Kemudian ketika para pengarang Eropa berkenal dengan kebudayaan-kebudayaan Asian seperti kebudayaaan parsi,kebudayaaan Thailand dan kebudayaan jepang atau kebudayaan indonesia. Maka pandangan hidup dan kepribadian manusia yang hidup di dalam kebudayaan-kebudayaan tersebut ini disebut kepribadian timur.
















BABIII
PENUTUP

KESIMPULAN
Manusia merupakan manusia yang paling sempurna di antara makhluk lainya,karena manusia di ciptakan dengan berbagai kesempurnaan dari tuhan.Namun hal ini menurut darwin bahwa manusia memiliki proses evolusi yang di awali dengan primata atau sejenis kera hingga akhir dari evolusinya menjadi yang paling sempurna yaitu manusia




























DAFTAR PUSTAKA
Koentjoeraningrat.pengantar ilmu Antropologi.Jakarta:Aksara baru.1979
Koentjoeraningrat.pengantar ilmu Antropolog.Jakarta:RENIKA CIPTA.2009

apa sih pendidikan luar sekolah ?






Pendidikan Luar Sekolah. Apa Maksudnya???

Banyak orang-orang di Indonesia yang belum begitu “ngeh” dengan istilah pendidikan luar sekolah. Pendidikan luar sekolah? Apa itu? Apa kegiatannya yang dilaksanakan di luar sekolah, seperti di taman atau di halaman sekolah?. Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kerap kali muncul saat istilah pendidikan luar sekolah dilontarkan. Ironis sekali saat mendengar kenyataan bahwa pendidikan luar sekolah belum begitu familiar di telinga masyarakat. Padahal kegiatan-kegiatan pendidikan luar sekolah sangat dekat sekali dengan kehidupan kita sehari-hari.

Menurut Marzuki (2010: 93), “Pendidikan luar sekolah adalah semua pendidikan baik sengaja atau tidak, dirancang atau tidak, diorganisasikan atau tidak, yang berlangsung di luar sekolah dan universitas.” Salah satu kelemahan pendidikan luar sekolah adalah belum adanya keseragaman dalam pelabelan pendidikan luar sekolah, sehingga banyak orang yang sebenarnya sudah mengenal pendidikan luar sekolah tetapi bukan dengan nama pendidikan luar sekolah. Di Amerika, pendidikan luar sekolah dikenal dengan Adult Education, di Jepang dikenal dengan Social Education, dan di Jerman dikenal dengan Out of School Education. Di Indonesia sendiri pendidikan luar sekolah awalnya bernama pendidikan sosial, dan pada tahun 1982 berubah nama menjadi Pendidikan Luar Sekolah. Pendidikan luar sekolah di Indonesia berdiri dibawah naungan direktorat PAUDNI yang dulu bernama PNFI (pendidikan nonformal informal).

Di dalam pendidikan luar sekolah dikenal istilah pendidikan nonformal dan informal.


“pendidikan nonformal dalam proses penyelenggaraannya memiliki suatu sistem yang terlembagakan, yang di dalamnya terkandung makna bahwa setiap pengembangan pendidikan nonformal perlu perencanaan program yang matang, melalui kurikulum, isi program, sarana prasarana, sasaran didik, sumber belajar, serta faktor-faktor yang satu sama lain tak dapat dipisahkan dalam pendidikan nonformal.”

Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa pendidikan nonformal adalah segala kegiatan pendidikan yang mempunyai standarisasi seperti pendidikan formal, tetapi penyelenggaraannya di luar sistem persekolahan. Banyak lembaga-lembaga yang menyelenggarakan pendidikan nonformal. Antara lain, pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM). Lembaga ini sudah tidak asing lagi di dunia pendidikan. Di dalam lembaga ini banyak dijalankan program pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai pendidikan berkelanjutan.

Selain PKBM, masih banyak lembaga pendidikan yang barbasis pendidikan nonformal. Kursus, pelatihan, sanggar kegiatan belajar (SKB), dan balai latihan kerja (BLK), juga termasuk lembaga-lembaga dalam ranah pendidikan nonformal. Dan secara otomatis kegiatan pembelajaran yang terlaksana di dalam lembaga-lembaga tersebut sudah termasuk dalam ranah pendidikan luar sekolah. Dalam lembaga-lembaga tersebut harus terlaksana semua standarisasi yang berlaku untuk pendidikan nonformal yang dikenal dengan 8 standar nasional PNF dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan). Standarisasi ini digunakan untuk mengukur apakah program pendidikan nonformal tersebut sudah layak dan sesuai standar untuk diselenggarakan.















































School Education(Non-Formal Education-In Formal) (Article)
standard


School Education (Non-Formal Education-In Formal)

Here I will share a bit of knowledge that I got from my lecturer to friends who might be currently experiencing a big question mark as to what the heck School Education?, For me it was a broad education PLS sekali.Ya., Why is broad because the source of learning , learning methods, and goals in learning is very broad, not focused on a single object, but a lot of objects that need to be taught in school education.

What is the school education?

Let's get to know outside of school education during the time in view of the public eye.

Before we discuss more about the school education, we must first know why the hell the education needed?

According to Rogers, in need of education because it is considered as an energy savior (Education Also was been to be a potential Savior). And in the process of education an individual will gain experience and skills that are very useful for individuals to deal with their environment.

Once we understand what it is education, we now discuss the notion of school education.

School education is an educational process teaching system are outside the formal education that is flexible is not limited by time, place, age and profession.

Aspects of school education:
education efforts
Held outside the school
Applied learning young and old, men and women
Adding the knowledge skills and attitudes
Improve yourself and life
Lasts throughout life.

The purpose of school penidikan:

According H.W Bachtiar (1985: 10)
Personal development and self-actualization
Facing the challenges of life, whether family or community
Fostering family welfare to promote the general welfare
Wide area of ​​rights obligations as a citizen
Consciousness of the nation, state, community and society in human development Pancasila
Creating employment in accordance Traffic is dimliki
Government regulations (No. 73 1991)
Serving residents learned that grow to enhance the dignity and quality of life
Fostering a learning community that is knowledgeable, skilled and mental attitude for continued self-development for a living to the level of higher education
Meeting the learning needs can not be met in the education track
The principal tasks of school education:

Trisnamangsyah.S (2007: 30-31)

Help prepare preschoolers to develop their potential before entering the stage of child care, playgroups, kindergartens, television programs and so on.
School education includes education schools that provide learning experiences outside of school curriculum
As a continuation of school education by providing continuing education opportunities for youth and adults.

Education programs outside of school:
 According Bachtiar:
Religious teachings and spirituality
Life in the family and society
The rights and obligations as citizens
An understanding of the environment
Fostering family welfare
subsistence
literacy
public health
According Trisnamangsyah:
Universal primary education
General basic education and livelihood training
 Improvement of family life (health, nutrition, family planning and household economy)
Exercise in agriculture to increase production
Skills training in the field of non-agricultural
Exercise small entrepreneurial
Program Director General PAUDNI, Non-Formal, in Formal
ECD
literacy education
Life skills education, and training courses
Pengembanagan reading culture community
Development of education and educational personnel PAUDNI
Educational empowerment of women and gender mainstreaming committee (PUG)
education scouting
Parental education (parenting education)

Thank you friends above material only a fraction of the material outside the school education I got during one semester, he continued to be out of school on educational articles keep ya updated on this blog,

Sincerely http://viakaryapemudaindonesia2013.wordpress.com.




Pendidikan Sekolah (Pendidikan Non Formal-In Formal) (Pasal)
standar


Pendidikan Sekolah (Pendidikan Non Formal-In Formal)

Di sini saya akan berbagi sedikit pengetahuan yang saya dapatkan dari dosen saya kepada teman-teman yang mungkin saat ini mengalami tanda tanya besar seperti apa sih Pendidikan Sekolah ?, Bagi saya itu adalah pendidikan yang luas PLS sekali.Ya., Mengapa luas karena sumber pembelajaran, metode pembelajaran, dan tujuan dalam belajar sangat luas, tidak terfokus pada satu objek, tapi banyak benda yang perlu diajarkan dalam pendidikan sekolah.

Apakah pendidikan sekolah?

Mari kita mengenal luar pendidikan sekolah selama ini di lihat dari mata publik.

Sebelum kita membahas lebih lanjut tentang pendidikan sekolah, pertama-tama kita harus tahu kenapa pendidikan yang diperlukan?

Menurut Rogers, yang membutuhkan pendidikan karena dianggap sebagai penyelamat energi (Pendidikan Juga telah berkunjung ke menjadi potensi Juruselamat). Dan dalam proses pendidikan seorang individu akan mendapatkan pengalaman dan keterampilan yang sangat berguna bagi individu untuk menghadapi lingkungan mereka.

Setelah kita memahami apa itu pendidikan, sekarang kita membahas gagasan pendidikan sekolah.

Pendidikan sekolah merupakan sistem pengajaran proses pendidikan di luar pendidikan formal yang fleksibel tidak dibatasi oleh waktu, tempat, usia dan profesi.

Aspek pendidikan sekolah:
upaya pendidikan
Diadakan di luar sekolah
Terapan belajar muda dan tua, pria dan wanita
Menambah keterampilan pengetahuan dan sikap
Memperbaiki diri sendiri dan kehidupan
Berlangsung sepanjang hidup.

 Tujuan penidikan sekolah:
 Menurut H.W Bachtiar (1985: 10)
Pengembangan pribadi dan aktualisasi diri
Menghadapi tantangan kehidupan, baik keluarga atau komunitas
Membina kesejahteraan keluarga untuk memajukan kesejahteraan umum
Wide area kewajiban hak sebagai warga negara
Kesadaran bangsa, negara, masyarakat dan masyarakat dalam pembangunan manusia            Pancasila
Menciptakan lapangan kerja di Lalu Lintas sesuai adalah dimliki
Peraturan pemerintah (No. 73 1991)
Warga Melayani belajar yang tumbuh untuk meningkatkan martabat dan kualitas hidup
Membina komunitas belajar yang berpengetahuan, terampil dan sikap mental untuk terus mengembangkan diri untuk hidup ke tingkat pendidikan tinggi
Pemenuhan kebutuhan belajar tidak dapat dipenuhi dalam jalur pendidikan
Tugas utama dari pendidikan sekolah:

Trisnamangsyah.S (2007: 30-31)
Membantu mempersiapkan anak-anak prasekolah untuk mengembangkan potensi mereka sebelum memasuki tahap perawatan anak, kelompok bermain, taman kanak-kanak, program televisi dan sebagainya.
Pendidikan sekolah termasuk sekolah pendidikan yang menyediakan pengalaman belajar di luar kurikulum sekolah
Sebagai kelanjutan dari pendidikan sekolah dengan memberikan kesempatan pendidikan berkelanjutan bagi pemuda dan orang dewasa.
Program pendidikan luar sekolah:
Menurut Bachtiar:
Ajaran agama dan spiritualitas
Hidup dalam keluarga dan masyarakat
Hak dan kewajiban sebagai warga negara
Pemahaman tentang lingkungan
Membina kesejahteraan keluarga
penghidupan
keaksaraan
kesehatan masyarakat
Menurut Trisnamangsyah:
Pendidikan dasar universal
Pendidikan dasar umum dan pelatihan mata pencaharian
Peningkatan kehidupan keluarga (kesehatan, gizi, keluarga berencana dan ekonomi rumah tangga)
Latihan di bidang pertanian untuk meningkatkan produksi
Pelatihan keterampilan di bidang non-pertanian
Latihan wirausaha kecil
Direktur Program Jenderal PAUDNI, Non-Formal, di Formal
ECD
pendidikan keaksaraan
Pendidikan kecakapan hidup, dan kursus pelatihan
Pengembanagan komunitas budaya baca
Pengembangan pendidikan dan tenaga kependidikan PAUDNI
Pemberdayaan pendidikan perempuan dan komite pengarusutamaan gender (PUG)
kepanduan pendidikan
Pendidikan orang tua (parenting education)

Terima kasih teman-teman atas materi hanya sebagian kecil dari bahan luar pendidikan sekolah aku selama satu semester, ia melanjutkan untuk keluar dari sekolah pada artikel pendidikan terus ya diperbaharui pada blog ini,

Hormat http://viakaryapemudaindonesia2013.wordpress.com.



School Education.What isThat???

ManypeopleinIndonesiawhohave not been so"ngeh" in termsof school education.Educationoutside of school?What is it? Whatactivitiesarecarried outoutside of school, such as in parksoron school grounds?.Questionslike that areoftenariseswhena termthrownout of school education. Ironicwhen he heardthe factthatschool educationis notso familiar in theears ofthe community. Thougheducational activitiesoutside the schoolis very close toour dailylives.

According to Marzuki(2010: 93), "Education outside of schoolareallgoodeducationalpurpose or not, designedornot, organizedornot, which takes placeoutside of schoolanduniversity." One of the disadvantagesof school educationisthe lack ofuniformity inlabelingeducationoutside of school, so a lotof peoplewhoactuallyare familiar withschool educationbutnotthenameof school education. In America, special educationschoolknown asAdult Education, inJapan known as theSocial Education, andinGermanyknown as theOutofSchoolEducation. In Indonesia aloneschool educationoriginally calledsocial education, andin 1982changed its name tothe School ofEducation. School educationinIndonesia was establishedunder the auspices ofthe DirectoratePAUDNIformerlyPNFI(informal non-formal education).

Inschool education, the technical term formal and informaleducation.

"Non-formal educationin the process ofimplementationhasinstitutionalizeda system, whichhas in it themeaningthat anydevelopment ofnon-formal educationprogramsneedcarefulplanning, throughthe curriculum, program content, facilities, target students, learning resources, as well asfactors thateachthe othercan not be separatedin anon-formal education. "

Ofthis opinioncan be understoodthat thenon-formal educationis anyeducational activitythat hassuch standardizationformal education, but theimplementation isbeyond theschool system. Manyinstitutionsareconductingnon-formal education. Among other things,the center ofteaching and learning activities(CLC). This institutionis no stranger tothe worldof education. Inmanyinstitutionsruneducation programs. Starting fromearly childhood education(ECD) tocontinuing education.

In addition toCLC, there are manyeducational institutionsthatbarbasisnon-formal education. Courses,training, workshopand learning activities(LCS), andvocational training centers(VTC), alsoincludinginstitutionsin the realm ofnon-formal education. Andautomaticallylearningactivitiescarried outinthese institutionsare included inthe realmof school education. Inthese institutionsmust becarriedall thestandards thatapplytonon-formaleducation, known as PNF8national standardsofNational Education Standards(National Education Standards). These standards are usedto measurewhetherthenon-formaleducation programis feasibleandappropriatestandardstobe held.

Pendidikan Luar Sekolah. Apa Maksudnya???

Banyak orang-orang di Indonesia yang belum begitu “ngeh” dengan istilah pendidikan luar sekolah. Pendidikan luar sekolah? Apa itu? Apa kegiatannya yang dilaksanakan di luar sekolah, seperti di taman atau di halaman sekolah?. Pertanyaan-pertanyaan seperti itulah yang kerap kali muncul saat istilah pendidikan luar sekolah dilontarkan. Ironis sekali saat mendengar kenyataan bahwa pendidikan luar sekolah belum begitu familiar di telinga masyarakat. Padahal kegiatan-kegiatan pendidikan luar sekolah sangat dekat sekali dengan kehidupan kita sehari-hari.

Menurut Marzuki (2010: 93), “Pendidikan luar sekolah adalah semua pendidikan baik sengaja atau tidak, dirancang atau tidak, diorganisasikan atau tidak, yang berlangsung di luar sekolah dan universitas.” Salah satu kelemahan pendidikan luar sekolah adalah belum adanya keseragaman dalam pelabelan pendidikan luar sekolah, sehingga banyak orang yang sebenarnya sudah mengenal pendidikan luar sekolah tetapi bukan dengan nama pendidikan luar sekolah. Di Amerika, pendidikan luar sekolah dikenal dengan Adult Education, di Jepang dikenal dengan Social Education, dan di Jerman dikenal dengan Out of School Education. Di Indonesia sendiri pendidikan luar sekolah awalnya bernama pendidikan sosial, dan pada tahun 1982 berubah nama menjadi Pendidikan Luar Sekolah. Pendidikan luar sekolah di Indonesia berdiri dibawah naungan direktorat PAUDNI yang dulu bernama PNFI (pendidikan nonformal informal).

Di dalam pendidikan luar sekolah dikenal istilah pendidikan nonformal dan informal.


“pendidikan nonformal dalam proses penyelenggaraannya memiliki suatu sistem yang terlembagakan, yang di dalamnya terkandung makna bahwa setiap pengembangan pendidikan nonformal perlu perencanaan program yang matang, melalui kurikulum, isi program, sarana prasarana, sasaran didik, sumber belajar, serta faktor-faktor yang satu sama lain tak dapat dipisahkan dalam pendidikan nonformal.”

Dari pendapat tersebut dapat dipahami bahwa pendidikan nonformal adalah segala kegiatan pendidikan yang mempunyai standarisasi seperti pendidikan formal, tetapi penyelenggaraannya di luar sistem persekolahan. Banyak lembaga-lembaga yang menyelenggarakan pendidikan nonformal. Antara lain, pusat kegiatan belajar mengajar (PKBM). Lembaga ini sudah tidak asing lagi di dunia pendidikan. Di dalam lembaga ini banyak dijalankan program pendidikan. Mulai dari pendidikan anak usia dini (PAUD) sampai pendidikan berkelanjutan.

Selain PKBM, masih banyak lembaga pendidikan yang barbasis pendidikan nonformal. Kursus, pelatihan, sanggar kegiatan belajar (SKB), dan balai latihan kerja (BLK), juga termasuk lembaga-lembaga dalam ranah pendidikan nonformal. Dan secara otomatis kegiatan pembelajaran yang terlaksana di dalam lembaga-lembaga tersebut sudah termasuk dalam ranah pendidikan luar sekolah. Dalam lembaga-lembaga tersebut harus terlaksana semua standarisasi yang berlaku untuk pendidikan nonformal yang dikenal dengan 8 standar nasional PNF dari BSNP (Badan Standarisasi Nasional Pendidikan). Standarisasi ini digunakan untuk mengukur apakah program pendidikan nonformal tersebut sudah layak dan sesuai standar untuk diselenggarakan.

artikel menghentikan laju teror IS

Menghentikan Laju Teror IS

 Kelompok daulah islamiyah atau Islamic State (IS) masih mengejutkan dunia dengan teror-teror mereka. Dari Suriah dikabarkan, militan IS mengeksekusi 250 tentara Suriah. Kekejaman dan kekuasaan teror itu juga masih berlangsung di wilayah-wilayah yang mereka kuasai. Meskipun operasi serangan udara oleh Amerika Serikat tetap berlangsung, operasi militer itu tampaknya belum berhasil menghentikan IS, dan memang militer saja tidak cukup. Operasi serangan udara oleh Amerika Serikat terbatas pada beberapa wilayah di Irak, sebab presiden Amerika Serikat Barack Obama tetap enggan untuk terlibat secara militer di Suriah sejak perang saudara pecah di Suriah pada 2011. Militan IS telah menancapkan kedua kakinya di Irak dan Suriah. Penaklukan kota Mosul, Irak, oleh militan IS, yang lebih dikenal dengan nama lama mereka ISIS, mengejutkan dunia mengenai keganasan IS. Dari Suriah, IS bergerak ke Irak. Kejatuhan Mosul dan kota-kota penting Irak serta sejumlah ladang minyak ke tangan IS membuktikan bahwa gerak operasi mereka tidak lagi dapat dibendung oleh pasukan pemerintah. Langkah militer untuk menjatuhkan IS jelas merupakan taktik yang terlambat dan diprediksi tidak akan mampu menghentikan laju teror IS. Terlebih lagi, IS secara cerdik mempropagandakan kekalifahan mereka melalui jaringan global. Kendali tidak diketahui persis seberapa besar organisasi tersebut, IS diyakini memiliki ribuan ‘’pejuang’’ plus militan dari negara-negara di luar Irak yang ikut bergabung. Kejatuhan Mosul di tangan kelompok itu membawa ancaman bagi seluruh kawasan. Dengan kekuasaan di kota penting itu, IS juga kelompok militan terkaya di dunia. Jika sebelumnya pendanaan berasal dari donasi individual, kini mereka mampu menggalang dana. Sejumlah ladang minyak di Suriah Timur yang dikuasai IS menjadi sumber kekayaan mereka. Apabila semula kekayaan mereka diperkirakan 900 juta dolar AS. Dukungan finansial yang lebih dari cukup untuk organisasi itu membuat mereka lebih leluasa menjalankan operasi senjata, memperluas jangkauan kekuasaan, memperkuat strategi propaganda, dan menancapkan pengaruh. Operasi militer mutlak perlu didukung dengan strategi politik, termasuk strategi politik global. Memperkuat pemerintahan dan demokrasi di Irak adalah satu-satunya dukungan yang diharapkan untuk dapat membendung laju teror dan menumpas keganasan IS. Kelompok IS memang bertambah kuat karena politik Irak yang tercerai berai yang mengakibatkan pemerintahan lemah. Strategi politik tidak boleh terlambat untuk menghentikan momentum IS.

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More